Uang Setan Dimakan Iblis

Judi online itu ibarat candu. D jadi saksi hidupnya. Sudah lima tahun pemuda itu terjerat judi online berbentuk permainan poker. Sudah sejak SMA ia memainkannya, awalnya hanya coba-coba.

"Lihat teman-teman selalu ada uang buat beli rokok segala macam, selalu ada, jadi penasaran dari mana duitnya," kata D

Judi Online

Ia pun kemudian mengunduh aplikasi judi online, menyetor KTP, nomor rekening, nomor ponsel, dan uang Rp 50 ribu. Setelah itu, judi poker online dapat dimainkan.

Tak butuh modal besar untuk berjudi poker online. Pemainnya juga bisa menjalankan permainan terlarang itu di ponsel, kapan saja, dan di mana saja. Kemudahan-kemudahan itupun sontak membuat D sulit lepas dari jerat candu judi poker online.

Namun, menurut D, yang membuatnya sulit insaf adalah rasa tidak pernah puas dan tidak pernah kapok.

Saat kalah ia penasaran, ketika menang ia pun ketagihan. Suatu ketika D rugi Rp 2 juta. Bukannya mundur, mahasiswa itu malah merasa tertantang. Ia rela utang ke sana ke mari demi bisa meneruskan permainan. "Saya merasa harus main lagi, buat mengembalikan modal saat kalah," kata D.

Hal yang sama juga pernah dialami N. Untungnya, karyawan swasta itu kini sudah tobat. Menurut dia, tak ada untungnya bermain judi online.

"Uang hasil judi itu seperti uang setan dimakan iblis, habis enggak ada hasilnya," kata N.

Hidup N pernah berantakan gara-gara judi online. Saat itu ia masih duduk di bangku kuliah. Barang-barangnya habis terjual untuk modal taruhan dan melunasi utang.

N bahkan sempat beberapa kali membohongi orangtuanya demi mendapat uang kiriman tambahan. Sementara itu lilitan utang makin membuatnya tak bisa berkutik.

"Dulu sampai uang kiriman dari orang tua bulan ini, buat bayar utang bulan kemarin. Seperti itu seterusnya demi," kata N dengan raut muka berkerut.

Menurut N, pemain judi online hanya akan berputar pada satu siklus. Ada saat kalah, ada saat menang.

Saat menang, pemain mengunakan uang hasil berjudi untuk melunasi utang-utangnya akibat kalah taruhan.

Setidaknya siklus itu sudah N rasakan selama 5 tahun hingga akhirnya ia menutup akun judi online-nya.

"Berhenti judi online sekitar tahun 2016. Di situ saya mikir, menang tidak, kalah iya, malu juga sama teman-teman pinjam duit," kata N dengan kepala tertunduk.

0 komentar:

Posting Komentar